Dengan banyaknya pilihan handheld saat ini, sangatlah penting untuk memahami bagaimana ROG Xbox Ally X dibandingkan dengan pesaing terdekatnya seperti ROG Ally X (2024), Nintendo Switch 2, dan Steam Deck OLED. Setiap handheld memiliki kekuatan dan kekurangan yang unik dalam hal spesifikasi hardware, kompatibilitas gim, masa pakai baterai, dan pengalaman menggunakannya.
ROG Xbox Ally X vs ROG Ally X (2024)
ROG Xbox Ally X maupun ROG Ally X (2024) sebenarnya memiliki persamaan yang tidak terlalu jauh mengingat keduanya memang dikembangkan oleh ASUS dengan performa tinggi untuk gaming portable. Namun, Xbox Ally X dikembangkan dengan kompatibilitas dan integrasi yang lebih mendalam untuk ekosistem Xbox.
| Feature | ROG Xbox Ally X | ROG Ally X (2024) |
| Operating System | Windows 11 Home | Windows 11 Home |
| Display | 7” FHD (1920×1080) IPS, 120Hz, 500 nits, FreeSync Premium, Corning Gorilla Glass Victus + DXC Anti-Reflection | 7” FHD (1920×1080) IPS, 120Hz, 500 nits, FreeSync Premium, Touch Screen (10-point multi-touch) |
| Processor | AMD Ryzen™ AI Z2 Extreme Processor | AMD Ryzen™ Z1 Extreme Processor |
| RAM | 24GB LPDDR5X-8000 | 24GB LPDDR5 on board |
| Storage | 1TB M.2 2280 SSD | 1TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD (2280) |
| Connectivity | Wi-Fi 6E (2 x 2) + Bluetooth 5.4 | Wi-Fi 6E(802.11ax). (Triple band) 2*2 + Bluetooth® 5.2 |
| I/O Port | 1x USB4 Type-C, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C, 1x UHS-II microSD, 1x 3.5mm Combo Audio | 1x 3.5mm Combo Audio, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C, 1x Type C (USB 4), 1x UHS-II microSD |
| Battery | 80Wh | 80WHrs, 4-cell Li-ion |
| Dimensions | 290.8 x 121.5 x 50.7 mm | 280 x 111 x 24.7~36.9 mm |
| Weight | 715g | 678g |
Performa dan Prosesor:
ROG Xbox Ally X ditenagai oleh prosesor terbaru dan paling andal dengan dukungan AI, yaitu AMD Ryzen AI Z2 Extreme yang dioptimalkan untuk performa gaming dan efisiensi energi. Sementara itu, ROG Ally X (2024) masih menggunakan prosesor lamanya yaitu Ryzen Z1 Extreme. Kedua perangkat ini memberikan performa yang luar biasa untuk judul-judul AAA, tetapi integrasi firmware dan perangkat lunak ROG Xbox Ally X memberikan kelancaran dalam hal streaming game dan juga kompatibilitas yang lebih baik dengan Xbox Game Pass. Apalagi, dengan kemampuan AI yang dipercaya dapat meningkatkan resolusi dan kualitas visual game, dan juga menyesuaikan gameplay berdasarkan perilaku dan preferensi pemain.
Layar:
Kedua perangkat ini memiliki layar LCD IPS 7 inci dengan refresh rate 120Hz, yang menawarkan warna-warna cerah dan visual yang halus. Layar ROG Xbox Ally X dikalibrasi untuk visual game Xbox, meningkatkan akurasi warna dan dukungan HDR, yang menguntungkan game yang dirancang untuk konsol Xbox.
Daya Tahan Baterai:
Daya tahan baterai merupakan faktor penting untuk perangkat genggam. ROG Ally X (2024) menawarkan sekitar 3 hingga 4 jam bermain game dengan sekali pengisian daya, tergantung pada intensitas game. ROG Xbox Ally X, berkat kemampuan streaming cloud tambahan dan optimasi manajemen daya, serta didukung oleh AI, kemungkinan akan dapat sedikit memperpanjang penggunaan saat bermain game.
Kompatibilitas Koleksi Gim:
ROG Ally X (2024) dengan dukungan Windows menjadikannya gaming PC handheld yang bisa memainkan berbagai game di berbagai store seperti Steam, Xbox Game Pass, Epic, dan GOG. Sementara itu, ROG Xbox Ally X menambahkan integrasi yang lebih mulus dengan ekosistem Xbox untuk bermain Xbox Game Pass yang lancar dan dukungan Xbox Cloud Gaming. Kompatibilitas ini membuat ROG Xbox Ally X memiliki kenyamanan lebih bagi gamer yang menyukai ekosistem PC dan Xbox.
Fitur Unggulan:
ROG Xbox Ally X menyertakan fitur-fitur khusus Xbox seperti Quick Resume, Xbox social integration, Xbox Game Bar, cross-save, dan mapping controller yang sudah dikhususkan untuk game Xbox. Sedangkan ROG Ally X (2024) lebih berfokus pada pengalaman handheld gaming PC yang lebih general.
ROG Xbox Ally X vs Nintendo Switch 2
Nintendo Switch 2, walaupun bisa dibilang sama-sama konsol handheld gaming, sebenarnya ada di segmen yang berbeda dengan berfokus pada judul-judul eksklusif Nintendo dan desain yang hybrid.
| Feature | ROG Xbox Ally X | Nintendo Switch 2 |
| Operating System | Windows 11 Home | Not specified (likely custom Nintendo OS) |
| Display | 7” FHD (1920×1080) IPS, 120Hz, 500 nits, FreeSync Premium, Corning Gorilla Glass Victus + DXC Anti-Reflection | 7.9” (1920×1080) wide color gamut LCD, HDR10, VRR up to 120Hz, Capacitive touch screen |
| Processor | AMD Ryzen™ AI Z2 Extreme Processor | Custom NVIDIA Processor |
| RAM | 24GB LPDDR5X-8000 | Not specified |
| Storage | 1TB M.2 2280 SSD | 256 GB UFS storage (portion reserved for system use) |
| Connectivity | Wi-Fi 6E (2 x 2) + Bluetooth 5.4 | Wireless LAN (Wi-Fi 6).Bluetooth.wired LAN port on the dock. |
| I/O Port | 1x USB4 Type-C, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C, 1x UHS-II microSD, 1x 3.5mm Combo Audio | 2x USB-C, Game Card Slot (Switch 2 & original), microSD Express, 3.5mm Audio |
| Battery | 80Wh | 5220mAh Lithium-ion (2-6.5 hours gameplay) |
| Dimensions | 290.8 x 121.5 x 50.7 mm | ~271.8 x 114.3 x 14.0 mm |
| Weight | 715g | ~399g (535g with controllers) |
Performa dan Prosesor:
Nintendo Switch 2 menggunakan prosesor dari produsen yang berbeda dengan ROG Xbox Ally X, yaitu cip NVIDIA Tegra khusus yang dioptimalkan untuk gim Nintendo, tetapi kurang bertenaga dibandingkan AMD Ryzen AI Z2 Extreme di ROG Xbox Ally X. Ini berarti ROG Xbox Ally X dapat menangani gim yang lebih menuntut grafis yang tidak dapat ditangani oleh Switch 2.
Layar:
Untuk ukuran layar, Nintendo Switch 2 menggunakan layar LCD 7,9 inci, lengkap dengan VRR up to 120Hz dan dukungan HDR10. Ukuran ini lebih besar dari ROG Xbox Ally X yang hanya mengusung layar LCD 7 inci. Mungkin dari segi warna tidak terlalu berbeda jauh, namun disayangkan ROG Xbox Ally X belum mendukung HDR10.
Daya Tahan Baterai:
Perangkat Nintendo dikenal dengan penggunaan baterai yang efisien, dengan Switch 2 yang diharapkan dapat menawarkan waktu bermain selama 4 hingga 6 jam. Sementara itu, daya tahan baterai ROG Xbox Ally X cukup kompetitif, tetapi umumnya lebih pendek, apalagi jika digunakan dengan kemampuan penuh karena perangkat kerasnya yang lebih bertenaga.
Kompatibilitas Koleksi Gim:
Untuk library gimnya sendiri, tentu perbedaannya sangat jelas karena Nintendo Switch 2 hanya bisa memainkan gim yang khusus dibuat untuk Switch 2 saja. Sedangkan ROG Xbox Ally X secara umum bisa memainkan semua gim yang bisa dimainkan di PC, menjadikannya konsol handheld yang punya banyak pilihan gim yang variatif untuk dimainkan.
Fitur Unggulan:
Nintendo Switch 2 tetap mempertahankan desain hybrid, yang memberikan kebebasan kamu untuk bermain sebagai konsol handheld ataupun bermain di TV dengan fitur docking-nya, fitur yang tidak ada di Xbox Ally X. Namun, Xbox Ally X menawarkan cloud gaming dan kemampuan multitasking layaknya PC, yang menarik bagi pengguna yang menginginkan perangkat yang lebih serbaguna.
ROG Xbox Ally X vs Steam Deck OLED
Steam Deck OLED bisa dibilang merupakan saingan langsung dari ROG Xbox Ally X, karena memang bermain di segmen yang hampir sama yaitu gim PC tapi hanya berfokus untuk library gim steam sendiri.
| Feature | ROG Xbox Ally X | Steam Deck OLED |
| Operating System | Windows 11 Home | SteamOS 3.0 (Arch Linux based) |
| Display | 7” FHD (1920×1080) IPS, 120Hz, 500 nits, FreeSync Premium, Corning Gorilla Glass Victus + DXC Anti-Reflection | 7.4” (1280×800) HDR OLED, up to 90Hz, 1,000 nits, High performance touch |
| Processor | AMD Ryzen™ AI Z2 Extreme Processor | AMD APU (Zen 2 CPU, RDNA 2 GPU) |
| RAM | 24GB LPDDR5X-8000 | 16 GB LPDDR5 on-board |
| Storage | 1TB M.2 2280 SSD | 512GB or 1TB NVMe SSD |
| Connectivity | Wi-Fi 6E (2 x 2) + Bluetooth 5.4 | Bluetooth 5.3. Tri-band Wi-Fi 6E radio, 2.4GHz, 5GHz, and 6GHz 2 x 2 MIMO, IEEE 802.11a/b/g/n/ac/ax |
| I/O Port | 1x USB4 Type-C, 1x USB 3.2 Gen 2 Type-C, 1x UHS-II microSD, 1x 3.5mm Combo Audio | USB-C (for power/data), high-speed microSD, 3.5mm Headphone/Mic |
| Battery | 80Wh | 50Whr (3-12 hours gameplay) |
| Dimensions | 290.8 x 121.5 x 50.7 mm | 298mm x 117mm x 49mm |
| Weight | 715g | 640 grams |
Performa dan Prosesor:
Steam Deck OLED menggunakan AMD APU khusus yang dioptimalkan untuk gim handheld, dan menggunakan Steam OS 3.0 (berbasis Arch Linux) sebagai sistem operasinya, memberikan kinerja yang solid untuk sebagian besar judul Steam. Sementara itu, ROG Xbox Ally X menggunakan Windows 11 sebagai sistem operasinya. Namun, ROG Xbox Ally X ditenagai oleh AMD Ryzen AI Z2 Extreme, menawarkan kecepatan clock yang lebih tinggi dan kinerja GPU yang lebih baik, memberikan keunggulan dalam permainan yang menuntut daya lebih.
Layar:
Steam Deck OLED menggunakan layar berukuran 7,4 inci HDR OLED dengan hitam pekat dan warna-warna cerah, lebih unggul daripada IPS LCD ROG Xbox Ally X. Namun, refresh rate 120Hz ROG Xbox Ally X melampaui refresh rate 60Hz Steam Deck OLED, sehingga menawarkan gerakan yang lebih halus dalam permainan dengan tempo cepat.
Daya Tahan Baterai:
Keduanya kurang lebih menawarkan daya tahan baterai yang seharusnya serupa, 3 hingga 5 jam tergantung penggunaannya. Namun, perlu diingat sehubungan dengan belum rilisnya ROG Xbox Ally X di pasaran, kita belum bisa memastikan berapa daya tahan baterai untuk perangkat tersebut.
Kompatibilitas Koleksi Gim:
Untuk kompatibilitas sendiri, sudah sangat jelas Steam Deck OLED dibuat untuk memastikan bisa memainkan gim Steam secara optimal. Sebenarnya bisa saja pengguna memainkan gim di luar Steam, namun ada langkah-langkah tambahan karena harus menginstal Windows 11 dahulu. Sementara ROG Xbox Ally X dibuat khusus untuk mengoptimalkan sensasi bermain Xbox dalam genggaman dengan fleksibilitas memainkan gim dari berbagai store seperti Steam, Xbox Game Pass, Epic, maupun GOG.
Fitur Unggulan:
Steam Deck OLED menawarkan kemudahan dengan SteamOS-nya dan juga kompatibilitas untuk bermain gim Steam. Kemudian, ada juga opsi untuk menginstal OS lain untuk pengalaman bermain gim yang lebih bebas dan kaya. Sedangkan ROG Xbox Ally X menawarkan integrasi yang mulus dengan ekosistem Xbox, kekuatan prosesor yang lebih andal, sangat menarik bagi kamu yang ingin all in one gaming dalam satu perangkat.
Dengan perbandingan di atas, nampaknya jelas bahwa ROG Xbox Ally X memposisikan dirinya sebagai sebuah PC gaming handheld yang serbaguna dengan performa paling andal dikombinasikan dengan ekosistem Xbox yang membuat pengalaman bermain konsol dalam genggaman semakin nyata. Meskipun mungkin secara layar tidak menyamai kualitas tampilan OLED dari Nintendo Switch 2 atau Steam Deck OLED, tetapi dengan refresh rate 120Hz dan kemampuan cloud gaming-nya memberikan keunggulan tersendiri. Kompatibilitasnya dengan gim Steam dan Xbox, bersama dengan fitur Xbox yang disematkan, menjadikannya pesaing kuat di pasar perangkat genggam yang semakin ramai. Jadi, bagaimana menurut kalian, apakah worth it untuk meminang ROG Xbox Ally X ini?
