Baru baru ini PlayStation meluncurkan sebuah video kolaborasi antara Lisa BLACKPINK, ikon global dari gup K-Pop, dan PlayStation 5, konsol game dari Sony, dalam campaign bertajuk “PLAY Has No Limits”. Pengumuman ini bukan sekedar penunjukan brand ambassador biasa, ini merupakan sebuah fenomena yang layak dianalisis lebih dalam. Kerjasama ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi marketing yang cerdas dari PlayStation untuk menjangkau audiens baru, sekaligus menyoroti sisi otentik Lisa sebagai seorang gamer.
Otentisitas dari Seorang Lisa
Bukan Sekedar Model, tetapi Seperti Penggemar Sejati
Salah satu aspek paling menarik dari kolaborasi Lisa dangan PlayStation adalah tingkat otentisitasnya/genuin-nya. Berbeda dengan kebanyakan endorsement selebriti yang terkadang terasa dipaksakan, kehadiran Lisa dalam iklan PlayStation 5 terasa begitu alami, hal ini didukung oleh bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ia memang memiliki ketertarikan yang terasa tulus pada video game.
Spekulasi awal mengenai ketertarikan Lisa pada game sudah muncul sejak Februari 2025. Dalam video musik untuk lagu “FUTW”, dimana dalam video tersebut terdapat adegan yang secara jelas menampilkan Lisa sedang bermain game Helldivers 2 sambil memegang kontroler DualSense PS5. Penempatan produk yang mencolok ini, tanpa adanya brand lain di video musiknya, mengindikasikan adanya “teaser” dari kolaborasi ini.
Kalau kita melihat lebih jauh ke belakang, pada tahun 2020, Lisa pernah muncul dalam sebuah video YouTube yang memperlihatkan ia dan temannya sedang asyik bermain Animal Crossing: New Horizons di Nintendo Switch. Dalam klip tersebut, ia bahkan memamerkan karakter lucu miliknya yang sedang asyik memancing di pulau virtualnya. Momen ini menjadi bukti awal bahwa hobi gaming Lisa sudah ada sejak lama dan tidak terbatas pada satu platform atau genre saja.
Kini, dalam video komersial PlayStation terbaru, Lisa tidak hanya berpose. Ia secara aktif terlihat menikmati berbagai judul game PS5 populer seperti Astro Bot (pemenang Game of The Year 2024), Marathon, Helldivers 2, dan TEKKEN 8. Visual ini memperlihatkan citra Lisa sebagai seseorang yang menikmati pengalaman bermain game.
Fakta-fakta ini menegaskan bahwa PlayStation tidak hanya memilih Lisa karena popularitasnya, tetapi juga karena adanya keselarasan otentik antara citra dirinya dan mungkin minatnya terhadap game. Dimana hal ini membuat campaign “PLAY Has No Limits” terasa begitu jujur dan mungkin lebih natural dan mudah diterima oleh komunitas gamer, sekaligus memberikan dimensi baru pada citra Lisa yang lebih relatable bagi penggemarnya.
Dampak Terhadap Komunitas dan Representasi Perempuan di Industri Game
Lisa mungkin bukan satu satunya perempuan yang ada dalam industri game. Tetapi menurut kami Lisa memiliki dampak yang lebih luas daripada hanya sekedar promosi produk. Ini tidak hanya mendekatkan Lisa dengan penggemarnya pada level yang lebih personal, tetapi juga dapat menginspirasi lebih banyak perempuan dan gadis muda untuk mengeksplorasi dunia game yang sebelumnya mungkin memiliki persepsi gamer itu kurang bergaul, introvert, atau nerd. Kehadiran Lisa di ranah gaming dapat secara halus memecah stereotip gamer yang selama ini seringkali didominasi oleh laki-laki, ini bisa menunjukkan bahwa game adalah hobi yang inklusif dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Strategi Marketing Inovatif PlayStation untuk Menjangkau Audiens Baru
Ekspansi Pasar Melalui Ikon K-Pop Global
Kolaborasi dengan Lisa BLACKPINK merupakan langkah yang cerdas dan strategis PlayStation untuk memperluas jangkauan pasar mereka di luar basis gamer lamanya. PlayStation, yang secara historis memiliki basis penggemar yang kuat, kini berupaya menjangkau demografi yang lebih luas.
- Menargetkan Demografi Baru: Dengan Lisa yang memiliki 106 juta pengikut di Instagram (per Juli 2025), PlayStation sepertinya secara langsung menargetkan Generasi Z dan Milenial yang sangat terhubung dengan budaya pop culture dan K-Pop, Apalagi kita tahu K-Pop memiliki basis penggemar yang sangat loyal dan aktif. Sebagian besar juga didominasi oleh perempuan. Ini berarti langkah PlayStation sudah tepat apabila mereka ingin menargetkan dan memperkenalkan gaming ke audiens yang lebih luas.
- Daya Tarik Lintas Budaya: Sebagai seorang ikon global yang berasal dari Thailand dan sukses di industri K-Pop Korea Selatan, Lisa tentu saja memiliki daya tarik yang sangat kuat di seluruh Asia bahkan sampai ke Barat. Ini memungkinkan PlayStation untuk bisa menembus berbagai pasar budaya yang mungkin sebelumnya sulit untuk dijangkau, Tentunya dengan kolaborasi unik dan harus tepat sasaran.
Memperkuat Dominasi di Pasar Asia
Kami sangat yakin pemilihan Lisa sangat relevan dengan ambisi PlayStation di pasar Asia yang terus berkembang pesat menurut beberapa fakta berikut:
- Pasar Game Konsol di Asia Pasifik: Wilayah Asia Pasifik merupakan wilayah terbesar dan menyumbang market share terbesar sebesar 47% pada tahun 2024 dibanding wilayah lainnya. Kemudian untuk market size konsol game di Asia Pasifik diperkirakan mencapai USD 13,58 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan kedepannya akan terus bertumbuh. Dari sisi produk, PlayStation merupakan segmen yang memimpin di pasar konsol global pada tahun 2024 (Sumber: Precedence Research).
- Pangsa Pasar PlayStation di Asia: Data per Mei 2025 PlayStation telah memimpin market share konsol di Asia dengan sekitar 61,52% mengalahkan Xbox dan Nintendo (Sumber: StatCounter Global Stats).
- Dominasi di Asia Tenggara (di Luar Jepang): Menurut data dan analisis dari Niko Partners, pada tahun 2024 PlayStation memiliki market share yang cukup tinggi 39.7% untuk wilayah (India, Indonesia, Cina, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand dan Vietnam). Menggaet Lisa, yang sangat populer di negara-negara ini, kami pikir merupakan langkah strategis untuk mempercepat penetrasi dan akuisisi pelanggan baru di pasar yang sangat vital ini.
- Peningkatan Gamer Perempuan: Data terbaru dari Niko Partners juga menyoroti keberhasilan upaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia game di wilayah Asia dan MENA. Data tersebut menunjukkan Wilayah MENA-3 (Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab) Perempuan kini menyumbang lebih dari 37% dari total gamer di wilayah ini. Bahkan di India, partisipasi perempuan lebih tinggi, mencapai 40% dari total gamer.
- Penjualan di Jepang: Meskipun Nintendo Switch mendominasi Jepang, PlayStation 5 telah berhasil menjual lebih dari 6 juta unit di sana hingga September 2024 (Sumber: VGChartz), ini menunjukkan basis yang kuat yang dapat diperkuat dengan endorsement selebriti berprofil tinggi.
Membangun Kredibilitas
Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari strategi PlayStation untuk membangun kredibilitas dan bisa jadi menciptakan sebuah efek viral:
- Kredibilitas Endorsment Selebriti di Industri Game: Ketika seorang selebriti seperti Lisa yang memiliki jutaan followers di social media berkolaborasi dengan sebuah brand, pastinya ini akan membawa kepercayaan dan citra positif kepada brand tersebut dimata audiens yang mungkin sebelumnya kurang melirik industri game. Saat iklan atau konten Lisa x PlayStation dirilis, mungkin saja jutaan penggemarnya akan langsung membagikannya, mengomentari nya, dan mungkin menciptakan meme, ini secara efektif memberikan marketing “gratis” yang masif bagi PlayStation.
- Marketing di Media Sosial: Perkembangan dunia digital, terutama sosial media sudah lama telah menjadi atensi untuk sebuah brand melakukan marketing. Apalagi dengan popularitas K-Pop yang sangat signifikan nampaknya membuat PlayStation tidak mau melewatkan kesempatan ini dengan berkolaborasi dengan Lisa.
- Strategi Jangka Panjang: Lisa bukanlah selebriti non-gaming pertama yang pernah bekerjasama dengan PlayStation. Sebelumnya, PlayStation juga telah melakukan kolaborasi dengan bintang olahraga seperti LeBron James, aktor Finn Wolfhard dari film Stranger Things, rapper terkenal Travis Scott, Yoasobi, dan bahkan Britney Spears. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan ikon-ikon ternama memang merupakan bagian dari strategi promosi jangka panjang PlayStation untuk memperluas jangkauannya diluar komunitas gaming itu sendiri.
Dengan demikian, kolaborasi Lisa BLACKPINK dan PlayStation bukan hanya sekadar marketing campaign biasa, melainkan sebuah manifestasi dari evolusi industri hiburan yang terus beradaptasi, mencari relevansi baru, dan merangkul keragaman untuk mencapai audiens yang lebih luas dan lebih terhubung secara emosional.
Jadi, bagaimana menurut pendapat kalian gamers, setuju atau punya opini masing-masing? ikuti terus berita-berita di Beck to Game ya.
